Minta penawaran

Cara menjual ke pembeli ritel di AS dari Indonesia

Diperbarui

Panduan ini untuk merek Indonesia yang ingin menjual ke peritel di AS dan perlu tahu apa yang terjadi antara minat seorang buyer dan invoice yang terbayar. Isinya mencakup cara buyer menilai pemasok baru, dokumen pendaftaran vendor bagi perusahaan asing, EDI, routing guide, chargeback, dan logistik yang harus siap untuk purchase order pertama.

Cara pembeli ritel di AS menilai pemasok baru

Pembeli ritel (buyer) di AS mengelola satu kategori, bukan satu produk. Menambahkan item Anda biasanya berarti mengeluarkan item lain, jadi pertanyaan buyer sederhana: apakah produk ini akan terjual lebih baik, atau menghasilkan lebih banyak per meter rak, daripada produk yang digantikannya? Semua yang Anda kirim harus membantu menjawab pertanyaan itu.

Category review dan line review

Jaringan ritel yang lebih besar meninjau setiap kategori sesuai kalender, sering sekali atau dua kali setahun. Dalam category review (disebut juga line review), buyer melihat penjualan setiap item, memutuskan mana yang dipertahankan dan mana yang dikeluarkan, lalu memilih item baru untuk penataan rak berikutnya. Penawaran biasanya harus masuk berbulan-bulan sebelum review. Tanyakan kepada buyer atau broker kapan review untuk kategori Anda berlangsung dan kapan pengajuan ditutup.

Jaringan yang lebih kecil dan toko independen membeli lebih sering dengan proses yang lebih ringan. Karena itu banyak merek asing memulai dari peritel regional atau toko khusus, membuktikan bahwa pembeli membeli dan memesan ulang, lalu mendekati jaringan besar dengan data penjualan nyata. Bagi merek Indonesia di kategori pakaian, alas kaki, dekorasi rumah, atau makanan khas, toko khusus dan butik sering menjadi pintu masuk yang lebih realistis daripada jaringan nasional.

Apa yang ditimbang buyer

  • Potensi penjualan: bukti bahwa produk laku, seperti penjualan di Indonesia, penjualan online di AS, atau pesanan ulang dari toko lain.
  • Margin: berapa yang diperoleh peritel pada harga eceran yang Anda sarankan, dibandingkan item di sekitarnya.
  • Kecocokan: celah apa yang diisi produk dalam ragam barang, dan pembeli seperti apa yang dibawanya.
  • Keandalan pasokan: apakah Anda bisa mengantar tepat waktu, lengkap, dan sesuai aturan peritel, dari dalam AS.
  • Dukungan pemasaran: promosi, demo, iklan, dan konten digital yang akan Anda danai.

Jika Anda belum yakin toko mana di AS yang cocok untuk produk Anda, uji dulu sebelum menawarkan ke nama-nama besar. Panduan kami tentang menguji produk Anda dengan 25 pembeli di AS menjabarkan metodenya.

Apa yang dikirim: sell sheet, harga, dan sampel

Sell sheet

Sell sheet adalah ringkasan satu halaman yang bisa dibaca buyer dalam satu menit dan diteruskan kepada rekannya. Cantumkan:

  • Nama produk, foto, dan satu kalimat alasan untuk membeli
  • Ukuran atau varian item, dengan GTIN (UPC) untuk masing-masing
  • Harga grosir, harga eceran yang disarankan, dan margin peritel yang dihasilkan
  • Isi karton, dimensi dan berat karton, jumlah karton per palet
  • Pesanan minimum, lead time, dan dari mana barang dikirim di AS
  • Masa simpan atau kode tanggal, jika relevan, dan sertifikasi utama
  • Bukti penjualan dan rencana dukungan pemasaran
  • Kontak Anda, serta nomor telepon AS atau saluran pesan yang responsif

Harga dan margin

Buyer mulai dari harga rak dan margin yang mereka perlukan, lalu melihat harga Anda. Nyatakan harga Anda sebagai biaya per unit sampai di gudang mereka (atau sebutkan dengan jelas syarat pengiriman yang berlaku), dan tunjukkan harga eceran yang disarankan.

Contoh hipotetis, bukan data pasar. Sebuah merek dekorasi rumah dari Bali menawarkan keranjang rotan. Buyer mengharapkan margin 45% di kategori ini, dan produk akan dipajang di samping item seharga $19.99. Untuk mencapai margin itu pada $19.99, biaya peritel harus sekitar $10.99 per unit, sampai di gudang. Jika landed cost di AS ditambah pengantaran ke peritel adalah $8.50 (termasuk bea masuk dan tarif Section 301 yang diasumsikan), merek mendapat $2.49 per unit sebelum promosi, chargeback, dan keterlambatan pembayaran. Jika itu tidak cukup, ubah kemasan, saluran, atau titik harganya sebelum penawaran, bukan sesudahnya.

Panduan kami tentang penetapan harga untuk pasar AS menunjukkan cara menyusun perhitungan itu dari landed cost, dan cara kerja distribusi grosir di AS menjelaskan bagaimana angkanya berubah jika ada distributor di antara Anda dan peritel.

Sampel

Kirim sampel dengan cepat saat diminta, dalam kemasan ritel, dengan sell sheet di dalam kotak. Menyimpan sedikit stok sampel di AS menghindari penundaan bea cukai setiap kali buyer meminta. Panduan kami tentang pengiriman sampel produk ke pembeli di AS membahas prosesnya, dan layanan pengiriman sampel Abanro menyimpan sampel di California dan mengirimkannya kepada buyer saat mereka memintanya.

Pendaftaran vendor: dokumen yang diminta peritel

Setelah buyer menyetujui item Anda, tim pendaftaran vendor (vendor setup) peritel mengambil alih. Anda akan mengisi profil pemasok di portal peritel dan mengunggah dokumen sebelum purchase order pertama bisa diterbitkan. Persyaratannya berbeda di tiap peritel, tetapi halaman persyaratan pemasok Walmart yang terbuka untuk umum menunjukkan jenis daftar yang bisa Anda harapkan (persyaratan pemasok Walmart).

Dokumen umum pendaftaran vendor ritel di AS dan catatan bagi vendor asing untuk masing-masing
Dokumen atau itemApa ituCatatan bagi vendor asing
Formulir pajakNomor wajib pajak AS pada formulir W-9 untuk pemasok AS, atau formulir W-8 untuk pemasok non-ASWalmart meminta pemasok non-AS menyerahkan sertifikat pajak W-8 yang masih berlaku saat pendaftaran vendor. Formulir W-8BEN-E digunakan badan usaha asing untuk mendokumentasikan statusnya bagi keperluan pemotongan pajak di AS (IRS). Tanyakan kepada konsultan pajak formulir dan klaim mana yang berlaku bagi perusahaan Anda.
Identitas perusahaanPemeriksaan identitas usaha, sering berupa nomor D-U-N-S dari Dun & BradstreetWalmart mencantumkan registrasi Dun & Bradstreet dalam persyaratannya; memperbarui data Anda tidak dipungut biaya.
GS1 Company PrefixPrefiks yang menjadi dasar GTIN (UPC) produk AndaWalmart mewajibkan nomor GS1 Company Prefix pada dokumen pendaftaran. GTIN menggabungkan GS1 Company Prefix yang dilisensikan kepada Anda dengan referensi item dan digit pemeriksa (GS1).
Sertifikat asuransiBukti asuransi tanggung gugat umum dan tanggung gugat produk, dengan peritel tercantum sebagai tertanggung tambahanPersyaratan asuransi Walmart yang dipublikasikan (dokumen bertanggal 18 Februari 2025, diperiksa Oktober 2026) mencakup tanggung gugat umum komersial sebesar $1,000,000 per kejadian dan $2,000,000 agregat, batas tanggung gugat produk yang ditetapkan per kategori, perusahaan asuransi dengan peringkat B+ atau lebih baik dari AM Best, serta Walmart tercantum sebagai pemegang sertifikat dan tertanggung tambahan (persyaratan asuransi Walmart). Peritel lain menetapkan batasnya sendiri.
Audit dan pengujianAudit pabrik, keamanan produk, keamanan pangan, atau kepatuhan sosial, serta laporan pengujianWalmart mewajibkan audit kapabilitas dan kapasitas pabrik bagi pabrik direct import nonpangan yang baru sebelum komitmen pesanan, dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk Walmart atas biaya pemasok, serta audit lain sesuai kategori.
Data pendaftaran itemAtribut item, gambar, dimensi, isi karton, konfigurasi palet, dan hargaUkur karton yang sebenarnya. Dimensi yang salah akan menimbulkan masalah di pusat distribusi di kemudian hari.
Rekening dan remitansiKe mana dan bagaimana peritel membayar AndaPeriksa apakah peritel membayar ke rekening bank luar negeri, misalnya rekening valas di Indonesia, atau memerlukan rekening di AS.
Perjanjian vendorSyarat standar peritel, manual kepatuhan, dan routing guideBaca bagian chargeback dan tunjangan sebelum Anda menandatangani.

Mulai lebih awal untuk hal-hal yang lambat. Asuransi bagi perusahaan asing yang menjual ke AS bisa memakan waktu berminggu-minggu, begitu pula audit pabrik.

EDI: purchase order, pemberitahuan pengiriman, dan invoice

Peritel besar di AS bertukar pesanan dan invoice melalui EDI (electronic data interchange), dengan dokumen standar yang diberi nomor. Anda tidak perlu membangunnya sendiri: banyak pemasok menggunakan penyedia EDI pihak ketiga yang terhubung dengan peritel dan mengubah dokumen menjadi bentuk yang mudah dibaca. Dokumen yang pertama akan Anda temui:

  • 850 Purchase Order: pesanan peritel, berisi item, jumlah, harga, lokasi tujuan, dan jendela pengantaran.
  • 855 Purchase Order Acknowledgment: konfirmasi Anda bahwa pesanan diterima, atau perubahan yang Anda usulkan. Tidak semua peritel mewajibkannya.
  • 856 Advance Ship Notice (ASN): dikirim saat barang berangkat, berisi daftar isi setiap karton dan palet. Dokumen ini terhubung dengan label karton, sehingga pusat distribusi bisa memindai dan menerima barang tanpa membuka karton.
  • 810 Invoice: tagihan Anda, yang harus cocok dengan pesanan dan ASN.
  • 997 Functional Acknowledgment: tanda terima otomatis bahwa sebuah dokumen sudah sampai.
  • 846 Inventory Inquiry or Advice: dipakai sebagian peritel, terutama untuk e-commerce dan drop ship, untuk berbagi informasi tingkat stok.

ASN paling sering menimbulkan masalah. ASN harus dikirim tepat waktu dan harus sama persis dengan isi karton. Jika Anda mengirim 40 karton dan ASN menyebut 42, atau label pada karton tidak cocok dengan ASN, bersiaplah menerima chargeback.

Routing guide, label karton, dan jadwal pengantaran

Setiap peritel besar menerbitkan routing guide (kadang disebut manual pengiriman atau manual kepatuhan vendor) untuk pemasoknya. Isinya menjelaskan cara mengirim: perusahaan pengangkut mana yang dipakai atau cara memintanya, cara menyusun palet, di mana label ditempel, cara memesan jadwal pengantaran, dan apa akibatnya jika salah. Anda biasanya menerimanya melalui portal pemasok setelah pendaftaran.

Diagram 1 Dari purchase order hingga pembayaran dengan peritel di AS
  1. Peritel Purchase order EDI 850 berisi item, tujuan, dan jendela pengantaran
  2. Anda atau gudang Anda Pick, pack, dan label Isi karton, label karton, dan palet sesuai routing guide
  3. Anda dan pengangkut Anda ASN dan jadwal EDI 856 dikirim, jadwal pengantaran dipesan
  4. Peritel Pengantaran dan penerimaan Dipindai di pusat distribusi dan dicocokkan dengan ASN
  5. Kedua pihak Invoice dan pembayaran EDI 810, dibayar sesuai syarat, dikurangi potongan

Label karton

Sebagian besar peritel besar meminta label pengiriman GS1-128 pada setiap karton dan palet, yang memuat SSCC (Serial Shipping Container Code). GS1 menggambarkan SSCC sebagai pengenal yang dapat dipakai perusahaan untuk satu unit logistik, seperti karton, palet, atau paket (GS1). SSCC yang sama muncul dalam ASN Anda, sehingga peritel tahu isi karton tanpa membukanya. Routing guide menentukan ukuran label, data di dalamnya, dan posisinya pada karton.

Jadwal pengantaran

Pusat distribusi menerima barang berdasarkan jadwal. Perusahaan pengangkut Anda, atau pengangkut peritel jika peritel menjemput dari Anda, memesan slot waktu, biasanya melalui sistem penjadwalan peritel, berdasarkan jendela pengantaran dalam purchase order. Datang terlalu awal, terlambat, atau tanpa jadwal bisa berarti barang ditolak dan dikenai chargeback. Sisihkan waktu untuk jadwal ini saat merencanakan pengangkutan dari gudang Anda di AS.

Persyaratan pelabelan dan kepatuhan

Peritel mengharapkan produk memenuhi hukum AS, dan mereka menambahkan aturannya sendiri. Sebelum pesanan pertama, periksa:

  • Penandaan negara asal: barang impor umumnya harus ditandai dengan nama negara asalnya dalam bahasa Inggris, misalnya “Made in Indonesia”, di tempat yang mudah terlihat, terbaca, dan sepermanen yang dimungkinkan barangnya (19 CFR Bagian 134).
  • Barcode produk: GTIN yang bisa dipindai di setiap unit yang dijual, dan barcode karton jika diwajibkan peritel.
  • Aturan per kategori: makanan, kosmetik, suplemen, produk anak, elektronik, dan produk berbaterai masing-masing memiliki persyaratan pelabelan dan keamanan federal sendiri, dan sebagian negara bagian menambahkan aturan lain. Untuk pakaian dan tekstil, yang termasuk ekspor utama Indonesia ke AS, label FTC harus memuat kandungan serat, negara asal, dan nama produsen atau nomor RN.
  • Spesifikasi kemasan peritel: kekuatan karton, ukuran dan penandaan karton, konfigurasi palet, dan cara pemuatan truk. Walmart, misalnya, menerbitkan persyaratan kemasan rantai pasok untuk pemasoknya.
  • Tag keamanan: sebagian peritel mewajibkan source tagging untuk item berharga lebih tinggi.

Jika label ternyata salah setelah barang tiba di AS, pelabelan ulang di sana biasanya lebih cepat daripada mengirim barang kembali ke Indonesia. Layanan pelabelan dan pengemasan ulang Abanro dapat memasang barcode, label karton, dan label perbaikan pada stok di fasilitas kami (layanan pelabelan saja mulai $0.45 per unit).

Chargeback dan potongan

Chargeback adalah potongan yang diambil peritel dari pembayaran Anda karena tidak mengikuti aturannya. Besaran dan aturannya ada dalam perjanjian vendor dan routing guide, dan bisa berupa biaya tetap per kejadian, persentase dari nilai pesanan, atau biaya per karton. Penyebab umumnya:

  • Pengantaran di luar jendela dalam purchase order, terlalu awal atau terlambat
  • Kiriman kurang atau lebih dari pesanan
  • ASN yang tidak dikirim, terlambat, atau tidak akurat
  • Label karton yang tidak ada, tidak terbaca, atau salah posisi
  • Palet yang terlalu tinggi, terlalu berat, salah dicampur, atau tidak dibungkus
  • Isi karton yang salah, atau karton yang tidak cocok dengan data pendaftaran item
  • Kesalahan invoice, seperti harga yang tidak sama dengan pesanan

Potongan lain bersifat komersial, bukan sanksi: tunjangan promosi, dukungan penurunan harga (markdown), tunjangan barang rusak atau cacat, serta biaya item baru atau slotting fee di sebagian saluran. Sepakati semuanya secara tertulis. Jika Anda mendanai promosi melalui peritel, pedoman FTC tentang tunjangan iklan menyatakan bahwa promosi itu harus ditawarkan kepada pelanggan yang bersaing dengan syarat yang setara secara proporsional (16 CFR 240.9).

Catat setiap potongan dan cocokkan dengan pesanannya. Peritel biasanya memberi waktu terbatas untuk menyanggah chargeback, dan sanggahan memerlukan bukti: tanda terima pengantaran, konfirmasi jadwal, catatan ASN, dan foto palet yang sudah berlabel.

Syarat pembayaran

Peritel di AS membayar dengan tempo, umumnya 30, 60 hari, atau lebih setelah invoice atau setelah barang diterima. Sebagian menawarkan pembayaran lebih cepat dengan imbalan diskon: “2% 10, net 30” berarti mereka boleh membayar 2% lebih sedikit jika membayar dalam 10 hari, atau jumlah penuh dalam 30 hari. Pembayaran biasanya datang setelah dikurangi potongan, dengan remittance advice yang merinci apa saja yang dipotong.

Rencanakan arus kas untuk seluruh siklus: Anda membayar produksi, ongkos angkut, dan bea masuk lebih dulu, barang berada dalam perjalanan dari Indonesia dan di gudang di AS, dan pembayaran datang berminggu-minggu setelah pengantaran. Untuk pesanan pertama, siklus itu bisa dengan mudah berlangsung beberapa bulan. LPEI (Indonesia Eximbank) menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor yang dapat membantu eksportir Indonesia menanggung tempo pembayaran dan risiko gagal bayar. Panduan kami tentang biaya impor ke AS membantu Anda menghitung bagian sebelum pengantaran.

Logistik untuk purchase order pertama Anda

Sebagian besar peritel menawarkan salah satu dari dua model kepada vendor baru, dan pilihan itu menentukan siapa yang mengimpor barang.

Pengantaran domestik dibandingkan dengan direct import untuk pesanan ritel pertama di AS
ModelCara kerjanyaSiapa yang mengimporYang harus Anda siapkan
Pengantaran domestik dari stok di ASAnda menyimpan stok di gudang di AS dan mengantar ke pusat distribusi atau toko peritel dalam jendela pesananAnda atau importir Anda, sebelum pesananStok di AS, EDI, label karton, perusahaan pengangkut, dan pemesanan jadwal
Pengantaran domestik dengan syarat DDPAnda mengirim dari Indonesia dan mengantar dengan bea sudah dibayar ke lokasi peritel di ASAnda, sebagai importir resmi (importer of record), atau pihak yang bertindak untuk AndaCustoms clearance dan pembayaran bea masuk, perencanaan transit yang ketat agar sesuai jendela pengantaran
Direct importPeritel membeli di negara asal, sering FOB Tanjung Priok atau Tanjung Perak, dan mengimpor barang sendiriPeritelAudit pabrik, dokumen ekspor seperti PEB, serta aturan pelabelan dan pengepakan peritel yang diterapkan di Indonesia

Program direct import biasanya untuk pemasok mapan dengan volume besar. Bagi vendor baru, pengantaran dari stok di AS adalah cara paling andal untuk memenuhi jendela pengantaran yang sempit, karena waktu transit laut dari Indonesia bervariasi dan kontainer yang terlambat berarti pesanan yang terlambat. Panduan kami tentang Incoterms untuk pengiriman ke AS menjelaskan DDP dan FOB lebih rinci. Ingat juga bahwa per Oktober 2026 produk asal Indonesia dikenai tarif Section 301 sebesar 10% di atas tarif bea masuk biasa, dengan pengecualian dalam lampiran, sehingga dalam model DDP biaya itu menjadi tanggungan Anda.

Yang harus siap sebelum pesanan pertama dikirim

  • Stok sudah lolos bea cukai dan dihitung di gudang di AS
  • Barcode item, penandaan negara asal, dan label kategori sudah diperiksa pada unit yang sebenarnya
  • Isi karton sesuai dengan data pendaftaran item
  • Label karton dan palet GS1-128 yang cocok dengan ASN
  • Koneksi EDI sudah diuji dengan peritel
  • Perusahaan pengangkut dan rencana pemesanan jadwal pengantaran
  • Foto setiap palet sebelum berangkat, untuk sanggahan chargeback

Fasilitas Abanro di Orange County, California, dekat Pelabuhan Los Angeles dan Long Beach, disiapkan untuk tahap ini. Kami menangani pengurusan bea cukai AS sebagai bagian dari kiriman Anda dan dapat bertindak sebagai importir resmi dalam kasus yang memenuhi syarat. Barang melewati penerimaan dan pemeriksaan barang sesuai packing list, menunggu di penyimpanan, lalu berangkat sebagai paket, LTL, atau palet ke pusat distribusi peritel melalui layanan penerusan barang (penerusan karton mulai $5 per karton, paletisasi mulai $28 per palet). Semua harga mulai tercantum di halaman harga kami.

Sudah memegang routing guide peritel atau purchase order pertama? Kirimkan bersama detail produk Anda, dan kami akan merencanakan penerimaan barang, pelabelan, dan pengantaran ke pusat distribusi.

Rencanakan pengantaran ritel pertama

Daftar periksa pesanan ritel pertama Anda

  1. Pastikan tanggal category review dan batas pengajuan dengan buyer.
  2. Siapkan sell sheet berisi harga, harga eceran yang disarankan, margin, isi karton, dan lokasi pengiriman di AS.
  3. Kirim sampel dalam kemasan ritel, dari stok di AS jika memungkinkan.
  4. Mulai urus asuransi, formulir pajak, GS1 Company Prefix, dan audit begitu buyer menunjukkan minat.
  5. Pilih penyedia EDI dan uji 850, 856, dan 810 sebelum pesanan pertama.
  6. Baca routing guide dan daftar chargeback, lalu bagikan kepada gudang dan perusahaan pengangkut Anda.
  7. Tempatkan stok di AS sebelum jendela pengantaran pertama, dengan memperhitungkan waktu transit dari pelabuhan di Indonesia.
  8. Catat setiap potongan dan sanggah yang bisa Anda buktikan.

Untuk mencari buyer dan informasi pasar, eksportir Indonesia juga dapat menghubungi ITPC Los Angeles, pusat promosi dagang Kementerian Perdagangan di AS, serta memanfaatkan program pengembangan ekspor Ditjen PEN. Panduan per kategori membahas saluran tertentu lebih jauh: lihat cara mencari pembeli ritel untuk produk makanan dan cara memasukkan produk kecantikan ke toko ritel di AS. Bagi merek yang belum siap dengan persyaratan jaringan ritel, program masuk pasar AS Abanro selama tiga bulan untuk merek Makanan & Minuman serta Kecantikan & Perawatan Diri mempertemukan produk dengan pembeli di California Selatan lebih dulu, sehingga Anda datang ke peritel yang lebih besar dengan data penjualan.

Panduan ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum atau pajak. Persyaratan peritel, perjanjian vendor, dan aturan pajak berbeda-beda dan berubah, jadi pastikan dengan setiap peritel dan dengan penasihat yang kompeten sebelum Anda menandatangani atau mengirim.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Persyaratan pemasok (Supplier Requirements), Walmart Inc.
  2. Persyaratan asuransi pemasok (Supplier Insurance Requirements), Walmart Inc.
  3. Tentang Formulir W-8BEN-E, Dinas Pajak AS (Internal Revenue Service, IRS)
  4. Cara membuat GTIN, GS1
  5. Serial Shipping Container Code (SSCC), GS1
  6. 19 CFR Bagian 134: Penandaan negara asal, Electronic Code of Federal Regulations (eCFR)
  7. 16 CFR 240.9: Syarat yang setara secara proporsional (pedoman FTC tentang tunjangan iklan dan pembayaran promosi), Legal Information Institute (LII), Cornell Law School
  8. Persyaratan pelabelan tekstil dan wol (kandungan serat, negara asal, nomor RN), Komisi Perdagangan Federal AS (FTC)
  9. Pemberitahuan tindakan Section 301 (91 FR 47318, 28 Juli 2026): tarif 10% atas produk Indonesia sejak 24 Juli 2026, dengan pengecualian dalam lampiran, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Federal Register
  10. ITPC Los Angeles: promosi produk Indonesia dan informasi pasar AS, Indonesian Trade Promotion Center Los Angeles, Kementerian Perdagangan RI
  11. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
  12. Pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI / Indonesia Eximbank)

Sumber diperiksa pada

Pertanyaan

Bisakah perusahaan Indonesia menjual langsung ke peritel di AS?

Bisa. Banyak peritel AS mendaftarkan vendor asing, dan Walmart, misalnya, meminta pemasok non-AS menyerahkan sertifikat pajak W-8 saat pendaftaran vendor, bukan nomor wajib pajak AS. Bagian yang lebih sulit biasanya operasional: sebagian besar peritel ingin barang diantar ke pusat distribusinya tepat waktu, dengan EDI dan label yang sesuai aturan, dan itu lebih mudah jika stok sudah berada di AS.

Apakah saya perlu EDI untuk menjual ke peritel di AS?

Sebagian besar peritel besar mewajibkan EDI untuk purchase order, pemberitahuan pengiriman (ASN), dan invoice. Peritel yang lebih kecil mungkin menerima pesanan lewat email dan invoice PDF. Jika Anda belum memiliki sistem EDI, penyedia EDI pihak ketiga dapat menghubungkan Anda dengan peritel dengan biaya bulanan atau per dokumen.

Apa itu chargeback dalam ritel?

Chargeback adalah potongan yang diambil peritel dari pembayaran Anda ketika sebuah kiriman tidak mengikuti aturannya, misalnya pengantaran terlambat, ASN yang tidak dikirim, atau label karton yang salah. Besaran dan aturannya ada dalam perjanjian vendor dan routing guide peritel, jadi baca keduanya sebelum pesanan pertama dikirim.

Apakah peritel AS menerima barcode yang tidak dibeli dari GS1?

Banyak peritel besar mewajibkan GTIN yang dibangun dari GS1 Company Prefix yang dilisensikan kepada Anda. Walmart, misalnya, meminta nomor GS1 Company Prefix pada dokumen pendaftaran. Barcode yang dijual kembali oleh pihak ketiga mungkin tidak terhubung dengan perusahaan Anda dan bisa ditolak.

Apa itu line review?

Line review, atau category review, adalah waktu terjadwal ketika pembeli ritel meninjau setiap produk dalam satu kategori, memutuskan apa yang dipertahankan, apa yang dikeluarkan, dan item baru apa yang masuk. Banyak jaringan ritel menjalankannya sesuai kalender tetap, jadi menawarkan produk berbulan-bulan sebelum review sering menjadi satu-satunya jalan masuk ke penataan rak berikutnya.

Apa beda direct import dan pengantaran domestik untuk pesanan ritel?

Dalam pesanan direct import, peritel membeli barang di negara asal, sering FOB pelabuhan asing seperti Tanjung Priok, dan mengimpornya sendiri. Dalam pesanan domestik, Anda mengantar ke pusat distribusi atau toko peritel di AS, dari stok di AS atau dengan syarat DDP, dan Anda atau importir Anda yang mengurus bea cukai. Vendor baru biasanya diminta melakukan pengantaran domestik.

Sedang bersiap untuk pesanan ritel pertama di AS?

Sampaikan nama peritel, produk, dan persyaratan pengantaran yang Anda terima. Kami merespons dalam 6 jam.

Dukungan 24/7 Kami merespons dalam 6 jam.